<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>K-MEANS CLUSTERING UNTUK SEGMENTASI&#13;
INTENSITAS AKTIVITAS LARI BERDASARKAN DATA&#13;
GPS DAN HEART RATE DI WILAYAH PERKOTAAN&#13;
DAN KABUPATEN: STUDI MENGGUNAKAN DATA&#13;
SIMULASI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Faisal Bin Muhammad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Imran</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penggunaan perangkat wearable dengan sensor GPS dan detak jantung yang&#13;
semakin meningkat telah menghasilkan volume data aktivitas yang besar dan&#13;
memerlukan  metode analisis yang efektif untuk segmentasi pola. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengimplementasikan algoritma K-Means Clustering untuk melakukan&#13;
segmentasi pola aktivitas pelari berdasarkan data GPS dan heart rate menggunakan&#13;
data simulasi yang merepresentasikan karakteristik aktivitas lari nyata. Penelitian&#13;
menggunakan data sekunder berupa data dummy yang merepresentasikan 547 aktivitas&#13;
lari dengan lima fitur utama yaitu kecepatan, pace, detak jantung, elevasi, dan Route&#13;
Complexity Index (RCI). &#13;
Metodologi penelitian meliputi preprocessing data dengan normalisasi z-score,&#13;
penentuan jumlah cluster optimal menggunakan Elbow Method dan Silhouette Score,&#13;
serta implementasi K-Means dengan inisialisasi k-means++. Algoritma mencapai&#13;
konvergensi pada iterasi ke-47 dengan kompleksitas komputasi O (n×k×i×d). Hasil&#13;
clustering dievaluasi menggunakan tiga metrik yaitu Silhouette Score sebesar 0,487,&#13;
Davies-Bouldin Index sebesar 0,823, dan Calinski-Harabasz Index sebesar 342,56&#13;
yang menunjukkan kualitas clustering yang baik dengan pemisahan cluster yang jelas&#13;
dan homogenitas tinggi.&#13;
Analisis menghasilkan tiga cluster yang memiliki karakteristik berbeda: Cluster&#13;
0 (36,6%) menunjukkan aktivitas efisiensi kardiovaskular rendah dengan rasio efisiensi&#13;
detak jantung tinggi, Cluster 1 (32,5%) menunjukkan efisiensi kardiovaskular sedang&#13;
dengan karakteristik bervariasi, dan Cluster 2 (30,9%) menunjukkan efisiensi&#13;
kardiovaskular tinggi dengan efisiensi fisiologis. Normalisasi terbukti meningkatkan&#13;
performa secara signifikan dengan peningkatan Silhouette Score sebesar 56,1 persen.&#13;
Penelitian ini memberikan kontribusi pada penerapan unsupervised learning&#13;
untuk analisis IoT dari perangkat wearable dan mendemonstrasikan bahwa pendekatan&#13;
clustering dapat memberikan wawasan bermakna untuk segmentasi pola aktivitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>