<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVALUASI KINERJA DEEPFACELAB DAN DEEPFACELIVE&#13;
DALAM PEMBUATAN VIDEO MUSIK DEEPFAKE&#13;
BERDASARKAN JUMLAH ITERASI DAN KOMPLEKSITAS&#13;
DATASET</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muh.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fadly</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini berjudul “Evaluasi Kinerja DeepFaceLab dan DeepFaceLive&#13;
dalam Pembuatan Video Musik Deepfake Berdasarkan Jumlah Iterasi dan&#13;
Kompleksitas Dataset”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
jumlah iterasi pelatihan terhadap kualitas model deepfake yang dihasilkan oleh&#13;
DeepFaceLab serta mengevaluasi performa model tersebut saat diimplementasikan&#13;
pada DeepFaceLive dalam kondisi real-time. Variabel yang dikaji meliputi jumlah&#13;
iterasi pelatihan dan kompleksitas dataset sebagai variabel bebas, serta kualitas&#13;
visual video deepfake sebagai variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan&#13;
adalah eksperimen dengan tahapan ekstraksi wajah, pelatihan model menggunakan&#13;
DeepFaceLab, implementasi model DFM pada DeepFaceLive, serta evaluasi&#13;
kualitas visual menggunakan parameter PSNR, SSIM, dan VMAF.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah iterasi pelatihan&#13;
berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas visual video deepfake hingga&#13;
mencapai titik optimal tertentu. Model dengan iterasi tinggi menghasilkan wajah&#13;
yang lebih halus, detail, dan minim artefak visual, terutama ketika didukung dataset&#13;
dengan kompleksitas tinggi yang mencakup variasi sudut wajah, pencahayaan, dan&#13;
ekspresi. Namun, peningkatan iterasi yang berlebihan tanpa keseimbangan dataset&#13;
dapat meningkatkan waktu komputasi dan berpotensi menimbulkan overfitting.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi jumlah&#13;
iterasi pelatihan yang optimal dan kompleksitas dataset yang memadai sangat&#13;
menentukan kualitas dan performa video deepfake. DeepFaceLab efektif&#13;
menghasilkan model berkualitas tinggi, sedangkan DeepFaceLive mampu&#13;
mengimplementasikan model tersebut secara real-time dengan performa yang baik&#13;
pada video musik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>