<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FRAUD DETECTION SYSTEM MENGGUNAKAN SVM, RF, KNN &#13;
DENGAN VOTING CLASSIFIER pada AUTOMATIC TELLER MACHINE &#13;
(Studi Kasus: Bank Sultra Cabang Pembantu Sao–Sao)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Chlyfen Richard</mods:namePart><mods:namePart type="family">Salibana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Arus globalisasi dan kemudahan komunikasi yang terintegrasi internet kini menjadi&#13;
sarana yang sangat populer dan diminati banyak orang. Hal ini terlihat terutama&#13;
dalam sistem transaksi elektronik, perbankan online, serta metode pembayaran&#13;
digital. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menerapkan metode klasifikasi&#13;
dengan menguji dan membandingkan antar model SVM, RF, K-NN, dengan voting&#13;
classifier dalam mengembangkan, mengevaluasi dan mendeteksi transaksi&#13;
kecurangan yang terjadi secara efektif menggunakan model machine learning (ML)&#13;
pada BPD Sultra. Fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi ciri-ciri transaksi&#13;
mencurigakan berdasarkan data yang relevan dan menyusun peningkatan&#13;
keamanaan transaksi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif yanng bersifat&#13;
deskriptif dan eksploratif dalam perbandingan model ML yang akan di uji. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa: (1). Performa model ML SVM, RF, K-NN dengan&#13;
voting classifier dapat mendeteksi aktivitas kecurangan pada transaksi ATM di&#13;
BPD Sultra; (2). Tingkat akurasi dan metrik evaluasi dari ke tiga model ML dalam&#13;
mendeteksi kecurangan pada transaksi ATM menunjukkan nilai F1-Score yang&#13;
paling baik adalah model algoritmik RF yakni 99%; (3). Penerapan metode&#13;
ensemble learning dengan SMOTE dapat meningkatkan performa model&#13;
dibandingkan dengan model SVM, RF, K-NN tanpa voting classifier secara&#13;
individual. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat diajukan penulis sebagai&#13;
berikut: (1) Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan dataset multi-periode&#13;
untuk menguji stabilitas dan konsistensi performa model terhadap variasi pola&#13;
transaksi; (2) Penggunaan SMOTE dalam mensintesis data diperlukan ekplorasi&#13;
alternatif seperti ADASYN atau kombinasi undersampling, oversampling untuk&#13;
memvalidasi kekuatan model; dan perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk&#13;
mengintegrasikan pendekatan hybrid antara machine learning dengan deep learning&#13;
dalam mendeteksi fraud.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>