<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI DIABETES BERBASIS HYBRID&#13;
ENSEMBLE DENGAN INTEGRASI SMOTE UNTUK OPTIMASI&#13;
SKRINING DI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muh Ikbal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sodikin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang&#13;
semakin meningkat dengan prevalensi 10,9% pada populasi dewasa. Tantangan&#13;
utama dalam sistem layanan kesehatan adalah fenomena underdiagnosis, di mana&#13;
sekitar 70% kasus diabetes tidak terdiagnosis hingga stadium lanjut. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengembangkan model prediksi diabetes yang akurat dengan&#13;
memanfaatkan data klinis dasar dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit&#13;
(SIMRS) melalui pendekatan hybrid ensemble machine learning.&#13;
Metode penelitian menggunakan data retrospektif dari SIMRS sebanyak 958&#13;
sampel dengan 7 variabel klinis awal. Tahapan penelitian meliputi: (1) prapemrosesan&#13;
&#13;
data dan validasi klinis, (2) advanced feature engineering yang&#13;
mengembangkan 7 fitur menjadi 23 fitur melalui transformasi polynomial, clinical&#13;
flags, dan interaction terms, (3) penanganan ketidakseimbangan kelas&#13;
menggunakan Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE), (4)&#13;
pengembangan model hybrid ensemble yang mengkombinasikan XGBoost,&#13;
LightGBM, Random Forest, dan Gradient Boosting dengan mekanisme weighted&#13;
voting, serta (5) optimasi threshold klasifikasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses feature engineering berhasil&#13;
meningkatkan kapasitas prediktif dataset dengan peningkatan mutual information&#13;
sebesar 87,5%. SMOTE efektif menangani ketidakseimbangan kelas ekstrem (rasio&#13;
1:4.04) dengan meningkatkan distribusi kelas minoritas dari 19,8% menjadi 33,3%.&#13;
Model hybrid ensemble dengan konfigurasi bobot optimal (XGBoost: 0.40,&#13;
LightGBM: 0.30, Random Forest: 0.20, Gradient Boosting: 0.10) mencapai&#13;
akurasi 82,64%, mengungguli semua model individual. Performa model meningkat&#13;
signifikan dengan recall 51,72% (+6,89% dari XGBoost individual),&#13;
precision 57,69% (+9,54%), dan F1-score 54,55% (+8,12%). Optimasi threshold&#13;
menemukan nilai optimal pada 0,504 (bukan 0,5 konvensional) yang memberikan&#13;
balance terbaik antara precision dan recall untuk aplikasi skrining klinis.&#13;
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan arsitektur weighted&#13;
voting hybrid ensemble yang mengoptimalkan kombinasi empat algoritma machine learning, integrasi SMOTE dengan hybrid ensemble untuk data tidak seimbang, dan&#13;
metodologi threshold optimization untuk aplikasi klinis. Model yang&#13;
dikembangkan berpotensi diimplementasikan sebagai sistem pendukung keputusan&#13;
klinis untuk skrining diabetes di fasilitas pelayanan kesehatan Indonesia, dengan&#13;
rekomendasi untuk validasi multi-center dan integrasi dengan workflow klinis yang&#13;
ada.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>