<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI PENYAKIT JERUK BERDASARKAN&#13;
KOMBINASI FITUR MENGGUNAKAN&#13;
MODEL DENSENET-169</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Haikal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Firdaus</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penyakit pada tanaman jeruk merupakan salah satu faktor utama yang&#13;
menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen. Identifikasi&#13;
penyakit secara dini melalui citra digital menjadi pendekatan yang efektif untuk&#13;
mendukung sistem pertanian cerdas. Penelitian ini mengusulkan penggunaan model&#13;
DenseNet-169 untuk klasifikasi penyakit jeruk berbasis citra, dengan dua skenario&#13;
pengujian, yaitu DenseNet-169 tanpa kombinasi fitur dan DenseNet-169 dengan&#13;
kombinasi fitur warna.&#13;
Pengujian dilakukan pada tiga dataset, yaitu Fruit Disease Image (FDI),&#13;
Leaf Disease Image (LDI), dan Mixed Disease Image (MDI), dengan masingmasing&#13;
&#13;
skenario dijalankan sebanyak lima kali running untuk menguji konsistensi&#13;
performa model. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall,&#13;
dan F1-score.&#13;
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa DenseNet-169 tanpa kombinasi fitur&#13;
menghasilkan performa terbaik, dengan rata-rata akurasi mencapai 99,66% pada&#13;
FDI, 98,66% pada LDI, dan 98,83% pada MDI. Sementara itu, skenario dengan&#13;
kombinasi fitur tetap menunjukkan performa tinggi, namun dengan akurasi yang&#13;
relatif lebih rendah, terutama pada dataset LDI. Analisis confusion matrix&#13;
menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan generalisasi yang sangat baik,&#13;
khususnya pada dataset MDI yang menggabungkan citra daun dan buah jeruk.&#13;
Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa DenseNet-169&#13;
efektif digunakan untuk klasifikasi penyakit jeruk, dan bahwa penambahan&#13;
kombinasi fitur tidak selalu meningkatkan performa model apabila fitur yang&#13;
digunakan menimbulkan redundansi informasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>