<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KOMPARATIF EMPIRIS LIMA ARSITEKTUR&#13;
DEEP LEARNING UNTUK DETEKSI DRONE:&#13;
SUPERIORITAS YOLOV8 DAN TRADE OFF AKURASI&#13;
EFISIENSI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nugraha Ashtra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Megantara</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif empiris yang&#13;
komprehensif terhadap performa lima arsitektur deep learning untuk deteksi objek&#13;
drone, yaitu VGG16, ResNet50, MobileNetV2, EfficientNetB0, dan YOLOv8nano.&#13;
&#13;
Fokus penelitian adalah mengukur dan membandingkan akurasi deteksi,&#13;
efisiensi komputasional, serta signifikansi statistik perbedaan performa masingmasing&#13;
model&#13;
dalam&#13;
konteks&#13;
tugas&#13;
deteksi&#13;
single&#13;
class.&#13;
Metode&#13;
penelitian&#13;
berupa&#13;
&#13;
eksperimen&#13;
kuantitatif&#13;
dengan&#13;
pendekatan&#13;
benchmarking&#13;
sistematis,&#13;
menggunakan&#13;
&#13;
dataset&#13;
&#13;
1.359 citra drone, evaluasi multi-dimensi (metrik regresi, deteksi, dan&#13;
efisiensi), serta analisis statistik robust (ANOVA, t-test, effect size).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan superioritas signifikan dari arsitektur&#13;
YOLOv8-nano yang secara konsisten unggul dalam semua metrik akurasi inti,&#13;
seperti F1-Score (0.922), mean Average Precision (mAP50: 0.901), dan Mean&#13;
Squared Error (0.007), dengan kecepatan inferensi 112 FPS. Analisis statistik (pvalue&#13;
&lt;&#13;
&#13;
0.001, effect size η² &gt; 0.99) mengkonfirmasi bahwa perbedaan performa&#13;
antar model bersifat sangat signifikan dan bermakna secara praktis. Di sisi lain,&#13;
MobileNetV2 tercatat sebagai model paling efisien dengan waktu pelatihan&#13;
tercepat, sementara EfficientNetB0 menawarkan keseimbangan optimal antara&#13;
akurasi dan efisiensi. Temuan juga mengungkap ketidakcocokan arsitektural pada&#13;
model yang diadaptasi dari tugas klasifikasi (ResNet50, VGG16) untuk tugas&#13;
deteksi drone.&#13;
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa YOLOv8-nano merupakan&#13;
arsitektur paling optimal untuk deteksi drone, menawarkan kombinasi akurasi&#13;
tinggi, kecepatan inferensi real time, dan ukuran model ringan. Penelitian ini&#13;
memberikan bukti empiris dan panduan berbasis trade off yang terkuantifikasi&#13;
untuk seleksi model dalam berbagai skenario aplikasi praktis, mulai dari sistem&#13;
keamanan kritis hingga penerapan di perangkat edge dengan sumber daya terbatas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>