<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENINGKATAN PERFORMA KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN&#13;
PADI PADA DATASET TERBATAS MENGGUNAKAN FINE&#13;
TUNING ARSITEKTUR INCEPTIONV3</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Roy</mods:namePart><mods:namePart type="family">Jordy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penyakit daun padi menjadi salah satu penyebab utama penurunan &#13;
produktivitas pertanian karena mengganggu proses fotosintesis tanaman. Kondisi&#13;
ini menuntut sistem identifikasi yang akurat dan konsisten agar penyakit dapat&#13;
dideteksi lebih dini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi klasifikasi&#13;
penyakit daun padi pada dataset berukuran terbatas melalui penerapan fine tuning&#13;
pada arsitektur Convolutional Neural Network InceptionV3. Variasi yang dikaji&#13;
meliputi konfigurasi layer trainable, yaitu non trainable, fine tuning parsial pada&#13;
layer awal dan layer akhir, serta full fine tuning, dengan penggunaan optimizer&#13;
Adam, AdamW, dan SGD.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fine tuning berpengaruh signifikan&#13;
terhadap peningkatan akurasi. Model dengan seluruh layer non trainable&#13;
menghasilkan akurasi terendah sebesar 70%. Fine tuning parsial pada layer awal&#13;
dan layer akhir meningkatkan akurasi secara bertahap, dengan hasil terbaik&#13;
diperoleh pada fine tuning layer akhir menggunakan optimizer Adam di 250 layer&#13;
trainable yang mencapai akurasi 96,66%. Optimizer AdamW dan SGD&#13;
menunjukkan performa yang lebih rendah dibandingkan Adam pada konfigurasi&#13;
terbaiknya.&#13;
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fine tuning parsial&#13;
pada layer akhir dengan 250 layer trainable pada arsitektur InceptionV3 merupakan&#13;
pendekatan paling efektif untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit daun&#13;
padi pada dataset berukuran terbatas, karena mampu menyesuaikan representasi&#13;
fitur tingkat tinggi tanpa mengganggu fitur dasar yang telah dipelajari oleh model&#13;
pretrained. Selain itu, optimizer Adam terbukti menjadi optimizer yang paling tepat&#13;
karena menghasilkan akurasi tertinggi dan pembaruan bobot yang stabil selama&#13;
proses pelatihan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>