<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PENGARUH AUGMENTASI DATA UNTUK&#13;
KLASIFIKASI PENYAKIT PADA DAUN TOMAT&#13;
MENGGUNAKAN MODEL YOLO11</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Arif Kholis</mods:namePart><mods:namePart type="family">Majid</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura penting&#13;
di Indonesia, dengan budidaya yang luas dan berperan besar dalam pendapatan&#13;
petani. Serangan penyakit pada daun tomat dapat berdampak langsung terhadap&#13;
produktivitas dan kualitas tanaman, yang berpotensi menyebabkan kerugian&#13;
ekonomi serta fluktuasi harga. Penelitian ini menggunakan model YOLO11n-cls&#13;
untuk klasifikasi penyakit daun tomat berbasis citra, dengan membandingkan lima&#13;
skenario augmentasi data yaitu non augmentation, advanced mixing augmentation,&#13;
photometric augmentation, spatial transformations, dan all augmentation. Hasil&#13;
evaluasi menunjukkan bahwa penerapan teknik augmentasi dapat meningkatkan&#13;
kinerja model, dengan spatial transformations memberikan hasil terbaik. Akurasi&#13;
mencapai 0.987250, dengan precision dan recall masing-masing 0.994, berkat&#13;
kemampuan teknik ini dalam menangani variasi geometris pada gambar seperti&#13;
rotasi dan pemotongan, yang relevan dalam pengklasifikasian penyakit yang&#13;
muncul dalam berbagai orientasi daun. Sebaliknya, photometric augmentation&#13;
menunjukkan hasil terendah dengan akurasi 0.95425, karena perubahan&#13;
pencahayaan dan kontras mengaburkan perbedaan visual yang halus antara&#13;
penyakit yang mirip, seperti Bacterial Spot yang salah diklasifikasikan sebagai&#13;
Yellow Leaf Curl Virus. Advanced mixing augmentation memberikan akurasi&#13;
0.98015, dengan precision dan recall yang tinggi (0.991), namun beberapa&#13;
kesalahan klasifikasi masih terjadi, seperti kebingungan antara Bacterial Spot dan&#13;
Yellow Leaf Curl Virus. Gabungan teknik augmentasi dalam all augmentation&#13;
menghasilkan akurasi 0.981, dengan precision dan recall 0.987, meskipun sedikit&#13;
lebih rendah dibandingkan dengan spatial transformations. Temuan ini menegaskan&#13;
bahwa augmentasi berbasis transformasi geometris adalah yang paling efektif untuk&#13;
meningkatkan kinerja model YOLO11, sementara photometric augmentation perlu&#13;
digunakan dengan hati-hati agar tidak mengganggu fitur diagnostik pada daun.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>