<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMASI ALGORITMA RANDOM FOREST UNTUK DIAGNOSIS&#13;
GANGGUAN KESEHATAN MENTAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Riswanto</mods:namePart><mods:namePart type="family">-</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini berjudul “Optimasi Algoritma Random Forest untuk&#13;
Diagnosis Gangguan Kesehatan Mental”. Tujuan penelitian ini adalah&#13;
mengklasifikasikan kondisi kesehatan mental individu di lingkungan kerja&#13;
menggunakan algoritma Random Forest. Dataset yang digunakan berasal dari&#13;
Open Sourcing Mental Illness (OSMI), sebuah organisasi non-profit yang&#13;
berfokus pada isu kesehatan mental di tempat kerja. Dataset OSMI dipilih karena&#13;
bersifat heterogen, terdiri dari variabel numerik dan kategorikal, sehingga sesuai&#13;
dengan karakteristik algoritma Random Forest.&#13;
Untuk meningkatkan performa model, dilakukan optimasi hyperparameter&#13;
menggunakan metode Grid Search dan Random Search. Selain itu, algoritma&#13;
Random Forest juga dikombinasikan dengan teknik boosting, yaitu AdaBoost&#13;
dan XGBoost. Beberapa skenario pengujian dilakukan guna memperoleh model&#13;
dengan performa klasifikasi yang optimal.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh model memiliki&#13;
performa yang baik dengan nilai akurasi di atas 80%, baik pada Random Forest&#13;
yang dioptimasi hyperparameter maupun model yang dikombinasikan dengan&#13;
teknik boosting. Model yang diusulkan juga mengalami peningkatan pada metrik&#13;
evaluasi seperti akurasi, precision, recall, F1-score, ROC, dan AUC. Di antara&#13;
seluruh model yang diuji, kombinasi Random Forest dengan AdaBoost&#13;
memberikan hasil paling optimal dengan nilai akurasi sebesar 84,06% dan nilai&#13;
AUC sebesar 88%, yang menunjukkan kemampuan model yang baik dalam&#13;
membedakan kelas positif dan negatif.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi Random Forest&#13;
dengan AdaBoost serta optimasi hyperparameter mampu meningkatkan performa&#13;
prediksi gangguan kesehatan mental di lingkungan kerja. Temuan ini diharapkan&#13;
dapat membantu dalam memprediksi kondisi kesehatan mental seseorang secara&#13;
lebih akurat, sehingga intervensi dan penanganan yang diberikan dapat menjadi&#13;
lebih efektif dan tepat sasaran.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">003 Sistem-sistem</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>