<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERBANDINGAN APACHE JMETER DAN &#13;
LOCUST DALAM PENGUJIAN PERFORMA API SERVICE</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmat</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prastyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Arsitektur microservices merupakan pendekatan pengembangan perangkat&#13;
lunak yang memecah sistem menjadi layanan-layanan kecil yang saling terpisah.&#13;
Meskipun memberikan fleksibilitas dan skalabilitas, arsitektur ini memiliki&#13;
tantangan dalam memastikan performa setiap layanan tetap stabil ketika diakses&#13;
secara bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan pengujian performa untuk menjamin&#13;
kualitas layanan, khususnya pada REST API yang menjadi sarana komunikasi antar&#13;
layanan.&#13;
Penelitian ini melakukan pengujian performa terhadap REST API Pijar&#13;
Sekolah menggunakan dua tools, yaitu Apache JMeter dan Locust. Pengujian&#13;
difokuskan pada tiga metrik utama, yaitu response time, throughput, dan error rate.&#13;
Data hasil pengujian kemudian dianalisis dan dibandingkan untuk mengetahui&#13;
perbedaan performa antara kedua tools. Selain itu, uji statistik Wilcoxon SignedRank&#13;
Test&#13;
digunakan&#13;
untuk&#13;
membuktikan&#13;
apakah&#13;
perbedaan&#13;
yang&#13;
muncul&#13;
bersifat&#13;
&#13;
signifikan.&#13;
&#13;
Hasil&#13;
&#13;
penelitian menunjukkan bahwa kedua tools mampu menjalankan&#13;
pengujian performa dengan baik pada skenario microservices. Metrik average&#13;
response time dan error rate tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara&#13;
JMeter dan Locust. Namun, pada metrik maximum response time, 95th percentile,&#13;
99th percentile, serta throughput, ditemukan perbedaan signifikan yang&#13;
menunjukkan keunggulan Locust dalam menangani beban tinggi. Dengan&#13;
demikian, secara keseluruhan, Locust memiliki performa yang lebih optimal dalam&#13;
skenario yang membutuhkan kemampuan memproses request dalam jumlah besar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>