<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MODEL STACKING CNN UNTUK KLASIFIKASI CITRA BATUAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rudiyanto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rudiyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk (a) menilai perbedaan akurasi di antara beberapa&#13;
model stacking dalam klasifikasi citra batuan, (b) mengevaluasi kinerja klasifikasi&#13;
model stacking berdasarkan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score serta&#13;
membandingkannya dengan model non-stacking (model tunggal), dan (c) menganalisis&#13;
kontribusi masing-masing model non-stacking terhadap akurasi yang dihasilkan oleh&#13;
model stacking. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menguji enam model&#13;
CNN pralatih ResNet50, InceptionV3, VGG16, DenseNet121, MobileNetV2, dan&#13;
EfficientNetB0, serta empat konfigurasi model stacking, yakni model 1 (MobileNetV2&#13;
dan EfficientNetB0), model 2 (VGG16 dan DenseNet121), model 3 (ResNet50 dan&#13;
InceptionV3), dan model 4 (ResNet50 dan MobileNetV2). Masing-masing konfigurasi&#13;
terdiri atas dua model sebagai base learner dan satu Support Vector Machine (SVM)&#13;
sebagai meta-learner. Untuk menjamin validitas hasil, digunakan teknik Stratified KFold&#13;
&#13;
Cross Validation pada data pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh&#13;
konfigurasi stacking mampu melampaui hasil model tunggal. Konfigurasi stacking&#13;
model 4 (ResNet50 dan MobileNetV2) mencapai akurasi pengujian tertinggi sebesar&#13;
84%, diikuti oleh model stacking model 1 (MobileNetV2 dan EfficientNetB0) dan 3&#13;
(ResNet50 dan InceptionV3) dengan 83%, serta stacking model 2 (VGG16 dan&#13;
DenseNet121) dengan 81%. Sebagai perbandingan, model individu terbaik, ResNet50,&#13;
mencatat akurasi 80%, sementara MobileNetV2 dan EfficientNetB0 hanya mencapai&#13;
77%. Penerapan metode stacking ini mampu memberikan peningkatan akurasi sekitar&#13;
4%-11%. Jika melihat dari sisi efisiensi, stacking model 1 memiliki ukuran model&#13;
terkecil, sehingga cocok diterapkan pada perangkat dengan sumber daya terbatas namun&#13;
jika dilihat dari sisi akurasinya, maka stacking model 4 sangat cocok untuk diterapkan.&#13;
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa masing-masing model dalam ensemble&#13;
stacking memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Model berarsitektur besar&#13;
memberikan cakupan fitur mendalam, sedangkan model ringan berkontribusi dalam&#13;
menangkap detail lokal. Kolaborasi ini memperkuat kemampuan generalisasi sistem&#13;
terhadap data baru. Secara keseluruhan, teknik ensemble stacking terbukti efektif,&#13;
adaptif, dan efisien untuk meningkatkan akurasi klasifikasi citra batuan, terutama pada&#13;
dataset terbatas dan kelas dengan kemiripan visual tinggi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>