<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENINGKATAN RECOGNITION RATE KELAS MINORITAS ALGORITMA&#13;
NAIVE BAYES DENGAN METODE SMOTE PADA DATA NUMERIK</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hizbul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Izzi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada penelitian ini akan mengklasifikasikan data numerik yaitu data loan&#13;
yang diambil dari Kaggle. Data yang digunakan berjumlah 9578 dataset yang&#13;
meliputi kelas data dengan peminjam dapat menyelesaikan kredit sebanyak&#13;
8045 record dan peminjaman yang tidak dapat menyelesaikan kredit sebanyak&#13;
1533 record. Dari jumlah data tersebut terdapat ketidakseimbangan kelas&#13;
sehingga perlu dilakukan penyeimbangan agar mendapatkan hasil klasifikasi&#13;
yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi&#13;
algoritma Naïve Bayes dalam mengklasifikasikan data numerik. Penipuan&#13;
dalam transaksi keuangan adalah contoh kasus data tidak seimbang, di mana&#13;
jumlah transaksi yang sah jauh lebih banyak dibandingkan yang merupakan&#13;
penipuan.&#13;
Optimalisasi akurasi pada kelas minoritas (penipuan) sangat penting untuk&#13;
menghindari kerugian. Metode yang digunakan untuk meningkatkan akurasi&#13;
algoritma yaitu Syntetic Minority Oversampling Tecnique (SMOTE) dengan&#13;
cara meng-over sampling minoritas dataset. Selain itu juga menggunakan metoe&#13;
K-Fold Cross Validation untuk mengevaluasi performa dari proses algoritma&#13;
yang digunakan. Praproses data dilakukan untuk membersihkan data dari nilai-&#13;
nilai yang hilang dan tidak valid serta menormalisasi data supaya semua fitur&#13;
berada dalam skala yang sama dan sesuai untuk analisis klasifikasi.&#13;
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, sebelum penerapan SMOTE&#13;
kemampuan model mengenali kelas minoritas sebesar 16.1%, sedangkan setelah&#13;
penerapan SMOTE kemampuan model mengenali kelas minoritas menjadi&#13;
48.8%. Selain itu juga sebelum penerapan SMOTE model mampu memprediksi&#13;
kelas minoritas dengan benar sebanyak 10 kasus sedangkan setelah penerapan&#13;
SMOTE, model mampu memprediksi kelas minoritas dengan benar sebanyak&#13;
102 kasus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik SMOTE mampu&#13;
meningkatkan kemampuan model</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>