%0 Thesis %9 S2 - Magister %A Huda, Syaiful %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B PJJ Magister Informatika %D 2025 %F universitasamikomyogyakarta:31764 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K blockchain, keamanan data, kepegawaian, SHA-256, Keccak-256, Ethereum, integritas data, data security, personnel system, data integrity %T SISTEM KEAMANAN PENYIMPANAN DATA STATISTIK KEPEGAWAIAN BERBASIS TEKNOLOGI BLOCKCHAIN (Studi Kasus: Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Madiun Jawa Timur) %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31764/ %X Perkembangan sistem informasi kepegawaian di era digital menuntut adanya jaminan keamanan dan integritas data, khususnya pada data statistik kepegawaian yang menjadi dasar perencanaan, promosi, dan evaluasi sumber daya aparatur negara. Sistem konvensional berbasis basis data terpusat masih memiliki kelemahan berupa kerentanan terhadap manipulasi, risiko kehilangan data, dan keterbatasan kemampuan audit. Penelitian ini mengusulkan penerapan teknologi blockchain sebagai solusi untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan data kepegawaian pada BKPSDM Kabupaten Madiun. Model sistem yang dikembangkan mengimplementasikan blockchain permissioned (privat) berbasis Ethereum, di mana hanya node terotorisasi yang dapat memvalidasi transaksi dan menyimpan komitmen integritas data. Mekanisme keamanan dibangun melalui hashing kriptografis ganda menggunakan algoritma SHA-256 dan Keccak-256 (SHA-3), serta penyimpanan data terenkripsi pada basis data relasional off-chain, sedangkan nilai hash dicatat di blockchain (on-chain) sebagai bukti integritas digital. Pengujian dilakukan dengan mengukur validasi hash, deteksi perubahan data (tamper detection), dan efisiensi sistem berdasarkan waktu eksekusi serta konsumsi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem keamanan berbasis blockchain permissioned mampu menjaga integritas data dan mendeteksi perubahan secara otomatis. Algoritma Keccak-256 (SHA-3) menunjukkan efisiensi dan ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan SHA-256, khususnya pada konteks blockchain privat di lingkungan pemerintahan. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem keamanan data terdistribusi yang transparan, auditabel, dan tahan manipulasi, serta berpotensi diterapkan untuk mendukung transformasi digital sistem kepegawaian pemerintah daerah.