<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR (KNN) PADA&#13;
PENGENALAN WAJAH PENYANDANG TUNANETRA DENGAN&#13;
ARSITEKTUR FACENET DAN VGG16</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Agung Budi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prastyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji efektivitas algoritma K-Nearest Neighbor (KNN)&#13;
dalam sistem pengenalan wajah penyandang tunanetra menggunakan arsitektur&#13;
FaceNet dan VGG16. Fokus utama studi adalah mengkomparasi tingkat akurasi&#13;
kedua arsitektur tersebut dalam mengidentifikasi fitur wajah tunanetra yang&#13;
memiliki karakteristik khusus, seperti ketidaksempurnaan pada area mata yang&#13;
sering menjadi kendala deteksi. &#13;
Menggunakan pendekatan eksperimental komparatif pada 160 dataset citra&#13;
wajah. proses penelitian meliputi tahap deteksi wajah menggunakan MTCNN dan&#13;
HaarCascade, ekstraksi fitur, serta klasifikasi KNN. Untuk menentukan model&#13;
terbaik, dilakukan uji iterasi nilai K dari 1 hingga 20, di mana nilai K dengan akurasi&#13;
tertinggi dari iterasi tersebut dipilih sebagai model final.&#13;
Temuan riset menunjukkan bahwa pemilihan metode deteksi sangat krusial;&#13;
MTCNN terbukti superior dengan keberhasilan deteksi 100%, melampaui&#13;
HaarCascade yang hanya mampu mendeteksi 90% data. Dalam analisis akurasi&#13;
validasi, kombinasi FaceNet-MTCNN mencatatkan performa puncak 96,88%,&#13;
namun pengujian pada data gambar baru menunjukkan dinamika berbeda dengan&#13;
tingkat keberhasilan prediksi sebesar 85% untuk VGG16-MTCNN, 80% untuk&#13;
VGG16-HaarCascade, 70% untuk FaceNet-MTCNN, dan 55% untuk FaceNetHaarCascade.&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan&#13;
evaluasi stabilitas dan konsistensi deteksi keseluruhan,&#13;
disimpulkan bahwa integrasi FaceNet dan MTCNN tetap menjadi model yang&#13;
paling direkomendasikan untuk pengembangan sistem ini, dengan saran penelitian&#13;
mendatang untuk menambah jumlah dan memperkaya variasi dataset yang&#13;
diharapkan dapat meningkatkan generalisasi model pada data baru supaya&#13;
mendapatkan akurasi prediksi yang lebih baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>