<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERFORMA VGG16 DAN MOBILENETV2&#13;
DALAM KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN PISANG &#13;
MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK&#13;
(CNN)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Helmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia merupakan salah satu produsen utama pisang di dunia dengan&#13;
potensi ekspor yang besar, namun produksinya kerap terancam oleh serangan&#13;
penyakit daun yang menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Deteksi dini&#13;
dan akurat terhadap penyakit daun pisang menjadi tantangan penting, khususnya&#13;
dalam kondisi lapangan yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengevaluasi dan membandingkan performa dua arsitektur Convolutional Neural&#13;
Network (CNN), yaitu VGG16 dan MobileNetV2, dalam mengklasifikasikan&#13;
penyakit daun pisang secara multi-kelas berdasarkan citra. Metode yang digunakan&#13;
meliputi pelatihan dan pengujian model dengan dataset citra penyakit daun pisang&#13;
yang telah dikurasi dan ditingkatkan kualitasnya melalui augmentasi. Evaluasi&#13;
dilakukan berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan efisiensi&#13;
komputasi. &#13;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa model VGG16 dengan konfigurasi&#13;
optimal (15 epoch, optimizer Adam, learning rate 0,01) memberikan performa&#13;
terbaik dengan akurasi sebesar 98,12%, presisi 98,17%, recall 98,12%, dan F1score&#13;
&#13;
98,12%, serta waktu pelatihan selama 79,92 detik. Sementara itu,&#13;
MobileNetV2 menunjukkan performa yang cukup baik namun sedikit lebih rendah,&#13;
dengan keunggulan pada efisiensi komputasi. Pemilihan model optimal sangat&#13;
bergantung pada kebutuhan sistem, VGG16 direkomendasikan untuk skenario yang&#13;
menekankan akurasi tinggi, sedangkan MobileNetV2 lebih sesuai untuk&#13;
implementasi pada perangkat dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini&#13;
memberikan kontribusi terhadap pengembangan untuk klasifikasi penyakit&#13;
tanaman berbasis deep learning yang praktis dan adaptif terhadap kondisi lapangan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-11-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Teknik Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>