<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI CUACA DAN POTENSI&#13;
BANJIR DI KABUPATEN SLEMAN MENGGUNAKAN METODE&#13;
CATBOOST DAN LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fail</mods:namePart><mods:namePart type="family">Amir</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membuka peluang besar dalam &#13;
prediksi cuaca dan mitigasi risiko bencana banjir, terutama di daerah yang rentan terhadap&#13;
perubahan iklim seperti Kota Sleman. Tesis ini memperkenalkan model prediksi cuaca&#13;
dan potensi banjir dengan memanfaatkan algoritma CatBoost dan LSTM (Long ShortTerm&#13;
Memory),&#13;
yang&#13;
dikembangkan&#13;
untuk&#13;
memodelkan&#13;
ketergantungan&#13;
temporal&#13;
dari&#13;
&#13;
data&#13;
&#13;
meteorologi dan kejadian bencana dengan lebih akurat. Arsitektur ini dirancang&#13;
untuk memahami pola cuaca yang dapat memicu banjir, memberikan prediksi yang lebih&#13;
handal bagi sistem peringatan dini.&#13;
&#13;
Studi ini mengumpulkan dan mengintegrasikan data cuaca historis dan data&#13;
kejadian banjir di Kota Sleman dari Januari 2020 hingga Mei 2024. Dengan&#13;
menggunakan dataset tersebut, penelitian ini mengeksplorasi dan membandingkan&#13;
performa model CatBoost dan LSTM melalui serangkaian eksperimen yang&#13;
komprehensif, termasuk variasi parameter seperti kedalaman pohon keputusan, jumlah&#13;
unit tersembunyi, dan ukuran batch. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik&#13;
akurasi, precision, recall, serta error seperti Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean&#13;
Square Error (RMSE) untuk menentukan konfigurasi optimal.&#13;
&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa model LSTM memberikan performa terbaik&#13;
dalam memprediksi kondisi cuaca yang berpotensi menyebabkan banjir, dengan RMSE&#13;
rata-rata sebesar 1.75 dan MAE rata-rata sebesar 1.30, menunjukkan kemampuan LSTM&#13;
untuk menangkap pola temporal dalam data cuaca. Model CatBoost juga menunjukkan&#13;
kinerja yang baik, khususnya dalam menangani fitur kategorikal dan mengidentifikasi&#13;
variabel cuaca yang paling berpengaruh terhadap risiko banjir. Berdasarkan hasil&#13;
evaluasi, konfigurasi optimal model dicapai dengan kedalaman pohon keputusan 8 dan&#13;
100 epoch pada LSTM, menghasilkan prediksi dengan tingkat kesalahan rendah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-01-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Teknik Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>