<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI KUALITAS AIR PEMBENIHAN IKAN LELE&#13;
MENGGUNAKAN METODE STORET DENGAN&#13;
ALGORITMA XGBOOST</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Yusuf</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widiyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam&#13;
kegiatan budidaya ikan lele, khususnya pada fase pembenihan. Pengukuran kualitas&#13;
air secara manual menggunakan metode STORET memiliki keterbatasan karena&#13;
tidak dapat menampilkan kondisi air secara real-time dan bersifat statis dalam&#13;
sistem penilaiannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengembangkan model klasifikasi kualitas air berbasis machine learning dengan&#13;
algoritma eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) yang dilatih menggunakan data&#13;
hasil penilaian metode STORET sebagai label.&#13;
asil penilaian metode STORET sebagai label. Penelitian ini menggunakan&#13;
parameter fisika dan kimia air yang meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO),&#13;
amonia, alkalinitas, mangan, dan nitrat. Untuk meningkatkan kualitas data,&#13;
diterapkan teknik Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) guna&#13;
menyeimbangkan distribusi jumlah data antar kelas. Selain itu, dilakukan proses&#13;
hyperparameter tuning menggunakan metode Randomized Search untuk&#13;
memperoleh kombinasi parameter XGBoost yang paling optimal, meliputi learning&#13;
rate, max depth, n_estimators, dan subsample ratio. Evaluasi model dilakukan&#13;
menggunakan metode K-Fold Cross Validation dengan variasi nilai K dari 2 hingga&#13;
20 untuk mengukur kestabilan dan kemampuan generalisasi model.&#13;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan SMOTE mampu&#13;
menyeimbangkan data antar kelas secara proporsional, sementara proses&#13;
hyperparameter tuning meningkatkan kinerja model secara signifikan dibandingkan&#13;
konfigurasi default. Berdasarkan hasil evaluasi, performa terbaik diperoleh pada KFold&#13;
=&#13;
19,&#13;
dengan&#13;
nilai&#13;
akurasi&#13;
sebesar&#13;
0,9433,&#13;
precision&#13;
0,9428,&#13;
recall&#13;
0,9433,&#13;
dan&#13;
&#13;
F1-score&#13;
&#13;
0,9429. Nilai evaluasi yang konsisten pada berbagai skenario&#13;
menunjukkan bahwa model XGBoost memiliki tingkat generalisasi yang tinggi&#13;
dalam mengklasifikasikan kualitas air.&#13;
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi&#13;
antara metode STORET dan algoritma XGBoost yang dioptimasi melalui teknik&#13;
SMOTE, hyperparameter tuning, serta validasi K-Fold mampu menghasilkan&#13;
sistem klasifikasi kualitas air yang akurat, efisien, dan dapat diterapkan pada sistem&#13;
pemantauan berbasis IoT untuk mendukung pengelolaan budidaya ikan lele secara&#13;
berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-10-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Pascasarjana Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>