%T STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SUNAN PANDANARAN DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI DALAM LINGKUP PONDOK PESANTREN MODERN (Teori Komunikasi Pemasaran AISAS) %K Media Sosial, PPSPA, Komunikasi Pemasaran, AISAS, Pondok Pesantren, Social Media, SPA, Marketing Communication, S, Islamic Boarding School %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %X Media sosial kini menjadi sarana utama dalam komunikasi digital, termasuk di bidang pendidikan. Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA), sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang berdiri sejak 20 Desember 1975 dengan fokus pada program Tahfidzul Qur’an, memanfaatkan media sosial sebagai strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media sosial PPSPA melalui model komunikasi AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman untuk memperoleh data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital PPSPA berjalan efektif dalam menarik perhatian dan minat masyarakat melalui konten edukatif, informatif, dan sesuai perkembangan zaman. Tahap pencarian informasi difasilitasi melalui media resmi seperti Instagram @pandanaran_yk dan website pesantren. Pada tahap tindakan, media sosial menjadi sarana yang mendorong pendaftaran santri baru setiap tahun, sedangkan tahap berbagi diwujudkan melalui komunitas alumni @formispa_pusat sebagai wadah berbagi pengalaman dan informasi. Implementasi model AISAS terbukti memperkuat citra positif pesantren serta mendukung efektivitas komunikasi pemasaran di era digital. %A Muhammad Khairul Barri %D 2025 %L universitasamikomyogyakarta31581