%D 2025 %L universitasamikomyogyakarta31579 %X Penelitian ini menganalisis representasi budaya Indonesia pada desain kostum Gelora HoloID yang diberikan kepada tiga karakter Hololive Indonesia Generasi Ketiga, yaitu Vestia Zeta, Kaela Kovalskia, dan Kobo Kanaeru. Fenomena ini penting karena menunjukkan identitas budaya lokal dikonstruksi dalam ruang hiburan digital global melalui praktik glokalisasi. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif, dan analisis semiotika Roland Barthes. Objek ditentukan secara purposif berdasarkan proyek resmi Gelora HoloID (2023), yang menjadi satu-satunya rilisan Hololive Indonesia yang secara eksplisit menampilkan unsur budaya Indonesia. Data diperoleh melalui dokumentasi visual dan konten resmi Hololive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik, tenun, dan ornamen adat diolah ke dalam estetika anime global, membentuk representasi budaya yang modern dan hibrid. Analisis denotasi, konotasi, dan mitos mengungkap bahwa budaya Indonesia tidak hanya ditampilkan sebagai simbol visual, tetapi dikonstruksi sebagai identitas yang relevan dan dapat diterima oleh audiens internasional. Dengan demikian, Gelora HoloID berfungsi sebagai bentuk glokalisasi dan penyebaran budaya Indonesia melalui media virtual. %A Riyo Adiguno %K Cultural representation, Roland Barthes’ semiotics, Glocalization, Hololive Indonesia, VTuber, epresentasi budaya, Semiotika Roland Barthes %T REPRESENTASI GLOKALISASI BUDAYA INDONESIA DALAM DESAIN KARAKTER HOLOLIVE INDONESIA GENERASI 3 EDISI GELORA HOLOID (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) %I Universitas AMIKOM Yogyakarta