%A Zulfa Nur Rokhiim %X Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji konstruksi peran gender dalam rumah tangga muda melalui analisis film Dua Hati Biru (2024). Film ini merupakan sekuel dari Dua Garis Biru (2019) yang menggambarkan dinamika pasangan muda pascaperpisahan sementara dan proses adaptasi peran sebagai orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce untuk menginterpretasi tanda-tanda visual dan verbal dalam film. Data diperoleh melalui observasi terhadap 40 adegan terkait, yang diringkas menjadi 8 rangkaian scene utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi peran gender dalam film ini dibentuk melalui negosiasi, konflik, dan perubahan nilai sosial. Tokoh Bima dan Dara memperlihatkan bagaimana identitas gender dibentuk secara sosial melalui pengalaman dan interaksi mereka sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa Dua Hati Biru merefleksikan pergeseran makna maskulinitas dan femininitas dalam konteks keluarga muda urban masa kini. %L universitasamikomyogyakarta31569 %D 2025 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K konstruksi gender, representasi, keluarga muda, semiotika, film Dua Hati Biru, gender construction, representation, young family, semiotics. %T KONSTRUKSI PERAN GENDER DALAM KELUARGA MUDA: ANALISIS PERAN BIMA DAN DARA DALAM FILM “DUA HATI BIRU”