%A DWIKA ALFONKY ADIANSYAH %X Penelitian ini menganalisis tentang represntasi Nostalgia dalam video clip “One More Time” karya Blink-182 dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan teori representasi Struart Hall. Hasil penelitian menunjukan bahwa video clip tersebut merupakan sebuah sistem tanda yang cukup kompleks, dimana elemen-elemen visual berfungsi sebagai penanda (signifier) yang membangun makna tertentu tentang rasa penyesalan, rekonsiliasi, serta refleksi. Melalui analisis relasi sintagmatik, teridentifikasi bagaimana urutan transisi yang bermakna tentang bersatunya kembali sebuah band, serta analisis paradigmatic yang mengungkapkan bahwa makna kedewasaan dibangun melalui oposisi dengan tanda-tanda masa lalu yang ceria dan penuh energi. Berdasarkan teori Stuart Hall, video clip ini bukan sekedar kilas balik pasif, melainkan praktik representasi aktif yang dengan sadar dan sengaja mengkonstruksi makna nostalgia dan identitas baru band. Pemilihan momen-momen renungan dan rekonstruksi set klasik dengan nuansa visual yang khas, merepresentasikan perubahan dari identitias remaja menuju kedewasaan yang cenderung reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nostalgia dalam video clip “One More Time” karya Blink-182 dibangun dengan menggunakan tanda-tanda yang diciptakan, dan diterjemahkan menggunakan teori yang digunakan oleh peneliti. Blink-182 tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi secara aktif membangun makna baru tentang perjalanan karir, nilai persahabatan, dan transformasi identitas mereka dari waktu ke waktu. %D 2025 %L universitasamikomyogyakarta31565 %T REPRESENTASI “NOSTALGIA” PADA VISUAL VIDEO CLIP LAGU “ONE MORE TIME” KARYA BLINK-182 %K Representasi, One More Time, Nostalgia, Video Clip, Blink-182. %I Universitas AMIKOM Yogyakarta