%X Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi keluarga pasca kehilangan ayah akibat perceraian serta implikasinya terhadap ekspektasi peran suami pada perempuan. Menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif, dan metode studi kasus terhadap tiga informan perempuan beserta ibu mereka di Kota Yogyakarta, penelitian ini menemukan bahwa perceraian memicu perubahan signifikan dalam pola komunikasi keluarga. Sebelum perceraian, komunikasi cenderung tegang, terbatas, dan minim ruang dialog, sedangkan setelah perceraian pola komunikasi bergeser menjadi lebih terbuka, hangat, serta memberi ruang bagi anak untuk mengungkapkan pendapat. Pergeseran menuju pola komunikasi pluralistic ini berdampak pada pembentukan ekspektasi perempuan terhadap pasangan di masa depan, di mana mereka menginginkan suami yang mampu menghadirkan rasa aman, dukungan emosional, serta komunikasi yang sehat dan tidak represif. Pengalaman kehilangan figur ayah sejak kecil juga membuat informan lebih berhati-hati dan selektif dalam membangun hubungan, sehingga kebutuhan akan stabilitas emosional dan komunikasi yang konstruktif menjadi aspek penting dalam pandangan mereka mengenai pernikahan. %A ANDITYA RAHAJENG SAHDADATI %D 2025 %L universitasamikomyogyakarta31555 %T POLA KOMUNIKASI IBU DAN ANAK PEREMPUAN PASCA PERCERAIAN %K fatherless, pola komunikasi keluarga, perceraian, perempuan, ekspektasi peran suami. family communication patterns, divorce, young adult women, husbands' role expectations %I Universitas AMIKOM Yogyakarta