%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A KARIWANGAN, JONATHAN EMANUEL %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2025 %F universitasamikomyogyakarta:31551 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Identitas Nasional, Kebijakan Proteksi Perdagangan, Hubungan Cina-Australia, Kepentingan Nasional, Kontruktivisme Kritis. National Identity, Trade Protection Policy, China-Australia Relations, National Interest, Critical Constructivism. %T FAKTOR IDENTITAS NASIONAL CINA DALAM KEBIJAKAN PROTEKSI PERDAGANGAN TERHADAP AUSTRALIA %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31551/ %X Penelitian ini membahas faktor identitas nasional Cina dalam kebijakan proteksi perdagangan terhadap Australia pada periode 2020–2022. Latar belakang penelitian didasarkan pada dinamika hubungan bilateral Cina-Australia yang mengalami ketegangan signifikan akibat isu politik, keamanan, dan pandemi COVID-19. Ketegangan tersebut tidak hanya memengaruhi aspek diplomasi, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan proteksi perdagangan yang merefleksikan identitas nasional Cina sebagai kekuatan yang sedang bangkit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi identitas nasional Cina berperan dalam memengaruhi praktik kebijakan proteksi terhadap Australia, dengan menekankan pada dimensi diskursif, praktik sosial, serta kepentingan strategis yang diartikulasikan dalam wacana resmi dan media. Teori yang digunakan dalam penelitia ini Adalah Kontruktivisme kritis oleh Ted Hopf, teori ini digunakan karena relavan dengan topik pembahasan yang meneliti tentang identitas dan kepentingan nasional, Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis oleh Ruth Todak. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, pidato pejabat Cina, laporan media, serta publikasi akademik terkait. Analisis difokuskan pada bagaimana identitas nasional Cina diproduksi, direproduksi, dan digunakan untuk melegitimasi kebijakan perdagangan yang bersifat proteksionis terhadap Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional Cina seperti abad penghinaan dan kekuatan global yang sedang bangkit, berperan signifikan dalam menentukan arah kebijakan proteksi perdagangan. Kebijakan tersebut tidak semata dipicu oleh kepentingan ekonomi, tetapi juga merupakan manifestasi dari upaya mempertahankan citra dan martabat nasional di hadapan komunitas internasional. Kesimpulannya, identitas nasional berfungsi sebagai variabel independen sekaligus konstitutif yang memengaruhi perilaku luar negeri Cina, khususnya dalam relasi dengan Australia. Temuan ini memperkaya diskusi teoritis mengenai hubungan antara identitas, kepentingan, dan kebijakan luar negeri dalam studi hubungan internasional.